Thursday, December 11, 2008

taman orang-orang yang jatuh cinta dan memendam rindu*

Apa yang paling dia inginkan untuk dirinya,
dia inginkan itu untuk sang kekasih
Dia berkata,
aku menyukai apa yang engkau sukai,
dan aku membenci apa yang engkau benci

Hanya melalui sang kekasih
dia mengenal dirinya
Dia berdoa,
Duhai Sumber Segala Cinta,
kehendak dia adalah kehendakku,
penolakkan dia adalah penolakkanku

Sumur dia tak pernah kering
dari mata air baik-sangka kepada sang kekasih
Kerinduan dia adalah demam
yang membuat terjaga malam-siang
Kecemburuan dia menambah garang sakit-rindu

Pena-kitab dia menulis
puji-pujian untuk sang kekasih
Kuas-kanvas dia melukis
merah-merona pipi sang kekasih
Lisan-kata dia mengucap
kebaikan-kebaikan sang kekasih

Dia bermunajat,
Duhai Engkau yang Mahaindah dan mencintai keindahan,
Sungguh telah Engkau perindah kejadian dia,
ku mohon perindah jualah akhlak dia
Duhai Engkau yang Membolak-balikkan hati
tetapkanlah selalu hatiku kepada diin-Mu
juga kepada dia


Kuningan, 11 Desember 2008
--------------------
*Judul diilhami buku "Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu" yang merupakan edisi bahasa Indonesia dari "Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Mustaqin" karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah yang diterbitkan oleh Darul Falah.

10 comments:

uq1e said...

Wow indah sekali Amrie agha :). Bacanya gimanaaaa gituu rasanya, hehehhe... agak lebay ya. Tapi serius, bagus kok :)

Amrie Hakim said...

@ ukie:
benar, itu lebay :)

AHEAD said...

ini ngarang sendiri ya mas...
kok pinter banget... hehe!!

uq1e said...

yang Ukie maksud lebay itu Ukie loh Amrie agha, bukan tulisan Amrie agha...

Amrie Hakim said...

@ putri:
biasa saja kok, bu putri :)

Anggara said...

Selamat Tahun Baru

Amrie Hakim said...

happy new year juga mas anggara.

noerce said...

ingat judul ini, jd mengenang masa hampir setahun yang lalu. Seseorang pernah membuat hati sempat berharap 'lebih'. Makasih dah di posting ttg Buku ini.

Amrie Hakim said...

@ noerce:
saya mau beli bukunya sampe sekarang belum kesampean :)

Anonymous said...

siapa sih yang dimaksud Anda di dalam puisi ini? Seseorang yang berartikah didalam hidup anda? Istri anda mungkin?