Tuesday, December 09, 2008

manfaat dan kesenangan

Suatu hari, kepada seorang sahabat yang sedang sedih, saya bilang, kesenangan kita mungkin tidak terletak pada seberapa besar manfaat yang kita rasakan dari orang-orang di sekitar kita, tapi pada seberapa besar manfaat yang telah kita berikan bagi mereka.

Bicara memang gampang. Menghadapi situasi yang pernah dihadapi sahabat saya itu ternyata sulit. Dia itu salah satu orang yang gemar menolong sesama. Lebih dari itu, dia juga paling takut melukai perasaan orang lain.

Meski dalam membantu dia tidak pernah berharap pamrih, tapi sebagai manusia biasa dia senang kalau dia beroleh bantuan dari orang-orang di sekitarnya saat dia membutuhkan. Dan sangat manusiawi jika dia sedih ketika itu tidak terjadi.

Saya duga dilema yang dihadapi sahabat saya itu hampir pasti pernah dirasakan setiap orang. Yang lulus ujian adalah mereka yang tidak surut dalam menjadikan dirinya bermanfaat bagi sebanyak mungkin orang kendati terasa berat dalam melakukan itu. Berat karena dia harus rela (perbuatan baiknya) dilupakan dan, suatu saat, dia ditinggalkan. Berat? Tidak, tapi sangat berat.

Saya sendiri tidak rela perbuatan baik saya dilupakan dan saya merasa terlalu baik untuk ditinggalkan. Tapi, sementara apa yang saya senangi tidak terjadi, apa yang saya tidak senangi malah terjadi.

Syukur saya belum lupa bahwa sangat baik untuk menyenangi apa-apa yang terjadi, jika apa yang kita senangi tidak terjadi. Dan, melalui cara yang paling indah dan tersembunyi, saya sudah dibuat senang oleh sahabat saya itu..

2 comments:

uq1e said...

"kesenangan kita mungkin tidak terletak pada seberapa besar manfaat yang kita rasakan dari orang-orang di sekitar kita, tapi pada seberapa besar manfaat yang telah kita berikan bagi mereka", setuju :)

Kadang tanpa sadar, keegoisan itu datang ketika kita sedih. Keegoisan kita yg berharap setiap orang selalu ada utk membantu kita pada saat kita mengalami kesulitan, seperti halnya kita berusaha ada untuk mereka. Tapi sifat ini nggak boleh dipelihara, kalo dipelihara berarti kita pamrih dunk membantu orang :).

Amrie Hakim said...

@ ukie:
you could be right :)