malam tahun baru
basah kuyup aku
sampai ke kalbu
renangi samudra rindu
berpeluh membiru
cinta memang begitu
suka lukanya seribusatu
*
engkau adalah sebuah kisah
yang paling indah
jika dituturkan sang kekasih
*
ada senyum kekasih
terpatri di dinding hati
hadir ke mana diri pergi
temani dalam ramai
dan sepi
*
yang tanpa akhir saat bersama anda adalah kebahagiaan,
dan yang tak berkesudahan saat terpisah dari anda adalah kesedihan
*
tawa kekasih usir kesedihan,
rindunya diharap-harapkan,
keterpisahan darinya undang kehampaan,
datangnya selalu dinantikan,
bayangnya kuasai lamunan,
dan saat bersamanya waktu terlupakan
Showing posts with label rindu. Show all posts
Showing posts with label rindu. Show all posts
Wednesday, November 14, 2012
Sunday, October 30, 2011
panah rindu
Dia yang dihujam panah rindu
Hampirhampir terbunuh
rasa cemas dan
Kehilangan
Tapi harapan akan pertemuan
dengan sang kekasih
Adalah penyembuh
luka dalam hati
Hampirhampir terbunuh
rasa cemas dan
Kehilangan
Tapi harapan akan pertemuan
dengan sang kekasih
Adalah penyembuh
luka dalam hati
Wednesday, July 13, 2011
selamat datang demam-merindu!
Seperti Sherlock
Cinta selalu dapat mengendus jejak-jejak pelarianmu
dan temukanmu
sekalipun di lubang persembunyian terdalam
Seperti Samson
Tangan-tangan cinta mendobrak
Kerangkeng kedamaian malam-malammu
lalu memaksamu mengucap "selamat datang demam-merindu!"
Pula seperti film kiamat kecil ini
Mustahil kau lolos dari nasib cinta!
Cinta mengejar ke mana saja kau lari
Ketika kau diam cinta pasti menghampiri
Cinta selalu dapat mengendus jejak-jejak pelarianmu
dan temukanmu
sekalipun di lubang persembunyian terdalam
Seperti Samson
Tangan-tangan cinta mendobrak
Kerangkeng kedamaian malam-malammu
lalu memaksamu mengucap "selamat datang demam-merindu!"
Pula seperti film kiamat kecil ini
Mustahil kau lolos dari nasib cinta!
Cinta mengejar ke mana saja kau lari
Ketika kau diam cinta pasti menghampiri
Saturday, June 18, 2011
rindu cinta cakrawala
Pungut kata-kata yang sebatangkara
Karna mereka menanti menjadi makna
Di ruang dan waktu rangkailah mereka
Membingkai rindu cinta dan cakrawala
Karna mereka menanti menjadi makna
Di ruang dan waktu rangkailah mereka
Membingkai rindu cinta dan cakrawala
Thursday, March 31, 2011
[r]indu
hilang-sada[r]
terkapa[r]
terbaka[r]
[r]indu
terkapa[r]
terbaka[r]
[r]indu
Monday, April 05, 2010
wajahmu
Lalu bagaimana kiranya aku
dapat berpaling darimu
padahal setiap wajah
yang kulihat adalah
wajahmu?
dapat berpaling darimu
padahal setiap wajah
yang kulihat adalah
wajahmu?
Wednesday, December 23, 2009
apa engkau tak tahu?
aku bertanya apakah ada rindu yang tersembunyi?
buat apa merindu jika yang dirindu tak tahu?
kerinduan Tuhan padamu juga tersembunyi
apa engkau tak tahu?
buat apa merindu jika yang dirindu tak tahu?
kerinduan Tuhan padamu juga tersembunyi
apa engkau tak tahu?
Friday, August 14, 2009
rinduku seperti matahari
duhai nikmat apakah yang melampaui nikmat merindukanmu?
jalan yang manakah yang lebih gemerlapan daripada jalan menuju istanamu?
pemandangan apalagi yang lebih membahagiakan selain pemandangan wajahmu?
amboi apakah ini yang menyalakan sumbu cintaku?!
bagaimanakah caranya engkau menghidupkanku lalu membunuhku lalu menghidupkanku kembali?!
rinduku kepadamu terbit dan membakar seperti matahari,
cintaku indah dan benderang seperti rembulan, juga kepadamu
jalan yang manakah yang lebih gemerlapan daripada jalan menuju istanamu?
pemandangan apalagi yang lebih membahagiakan selain pemandangan wajahmu?
amboi apakah ini yang menyalakan sumbu cintaku?!
bagaimanakah caranya engkau menghidupkanku lalu membunuhku lalu menghidupkanku kembali?!
rinduku kepadamu terbit dan membakar seperti matahari,
cintaku indah dan benderang seperti rembulan, juga kepadamu
Monday, May 04, 2009
dalam diam
ketiadaan kata-kata
adalah keindahan
ketika lisan tak mampu
mengucap apa yang
dirasa oleh hati
kebisuan adalah bahasa
yang dilafalkan
jika kata-kata tidak
menjangkau apa yang
dikecap oleh hati
diam adalah selimut
yang dikenakan
saat ucapan tak lagi
menghangatkan hati
yang dicengkram
dinginnya rindu
hening adalah biduk
yang dikayuh
ketika semua bahasa
karam dalam bayang-bayang
raut wajah dia
adalah keindahan
ketika lisan tak mampu
mengucap apa yang
dirasa oleh hati
kebisuan adalah bahasa
yang dilafalkan
jika kata-kata tidak
menjangkau apa yang
dikecap oleh hati
diam adalah selimut
yang dikenakan
saat ucapan tak lagi
menghangatkan hati
yang dicengkram
dinginnya rindu
hening adalah biduk
yang dikayuh
ketika semua bahasa
karam dalam bayang-bayang
raut wajah dia
Thursday, March 12, 2009
penafsir kerinduan
hanya saat tubuhku rebah
bersamamu mimpi buruk
sama indahnya dengan mimpi
indah
itulah sababmusabab
kuwajibkan atas diriku
merindumu
kaulah yang halal
dan baik
kaulah yang tinggi tapi
tak luput dari jangkauan
halalkan diriku
bagimu
teguk habis anggur
yang dahulu kaudamba
Thursday, December 11, 2008
taman orang-orang yang jatuh cinta dan memendam rindu*
Apa yang paling dia inginkan untuk dirinya,
dia inginkan itu untuk sang kekasih
Dia berkata,
aku menyukai apa yang engkau sukai,
dan aku membenci apa yang engkau benci
Hanya melalui sang kekasih
dia mengenal dirinya
Dia berdoa,
Duhai Sumber Segala Cinta,
kehendak dia adalah kehendakku,
penolakkan dia adalah penolakkanku
Sumur dia tak pernah kering
dari mata air baik-sangka kepada sang kekasih
Kerinduan dia adalah demam
yang membuat terjaga malam-siang
Kecemburuan dia menambah garang sakit-rindu
Pena-kitab dia menulis
puji-pujian untuk sang kekasih
Kuas-kanvas dia melukis
merah-merona pipi sang kekasih
Lisan-kata dia mengucap
kebaikan-kebaikan sang kekasih
Dia bermunajat,
Duhai Engkau yang Mahaindah dan mencintai keindahan,
Sungguh telah Engkau perindah kejadian dia,
ku mohon perindah jualah akhlak dia
Duhai Engkau yang Membolak-balikkan hati
tetapkanlah selalu hatiku kepada diin-Mu
juga kepada dia
Kuningan, 11 Desember 2008
--------------------
*Judul diilhami buku "Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu" yang merupakan edisi bahasa Indonesia dari "Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Mustaqin" karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah yang diterbitkan oleh Darul Falah.
dia inginkan itu untuk sang kekasih
Dia berkata,
aku menyukai apa yang engkau sukai,
dan aku membenci apa yang engkau benci
Hanya melalui sang kekasih
dia mengenal dirinya
Dia berdoa,
Duhai Sumber Segala Cinta,
kehendak dia adalah kehendakku,
penolakkan dia adalah penolakkanku
Sumur dia tak pernah kering
dari mata air baik-sangka kepada sang kekasih
Kerinduan dia adalah demam
yang membuat terjaga malam-siang
Kecemburuan dia menambah garang sakit-rindu
Pena-kitab dia menulis
puji-pujian untuk sang kekasih
Kuas-kanvas dia melukis
merah-merona pipi sang kekasih
Lisan-kata dia mengucap
kebaikan-kebaikan sang kekasih
Dia bermunajat,
Duhai Engkau yang Mahaindah dan mencintai keindahan,
Sungguh telah Engkau perindah kejadian dia,
ku mohon perindah jualah akhlak dia
Duhai Engkau yang Membolak-balikkan hati
tetapkanlah selalu hatiku kepada diin-Mu
juga kepada dia
Kuningan, 11 Desember 2008
--------------------
*Judul diilhami buku "Taman Orang-orang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu" yang merupakan edisi bahasa Indonesia dari "Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Mustaqin" karya Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah yang diterbitkan oleh Darul Falah.
Subscribe to:
Posts (Atom)