Sajakku tak banyak-banyak
dibacanyapun tak enak
Walau disuka khalayak
Jadi buku tetap tak layak
Showing posts with label sajak-sajak. Show all posts
Showing posts with label sajak-sajak. Show all posts
Monday, October 24, 2011
Wednesday, July 06, 2011
maklumat cinta
Ketika terpisah dari
Sang kekasih
Pencinta mencarinya
Di mana-mana
Saat bersama sang kekasih
Diri Pencinta
Lenyap dilebur
Api cinta
***
Jika tak kau cari
Wajah kekasih
Takkan terlihat meski
Ada di depan mata
Tapi jika hati mencari
Wajah kekasih
Akan kau temukan
Sebelum kau mulai mencari
***
Sajak tak dibuat
Sang pencinta
Untuk menaklukkan
Sang kekasih
Sajak adalah maklumat
Ketaklukkan sang pencinta
Yang ditujukan
Pada sang kekasih saja
***
Sang kekasih
Pencinta mencarinya
Di mana-mana
Saat bersama sang kekasih
Diri Pencinta
Lenyap dilebur
Api cinta
***
Jika tak kau cari
Wajah kekasih
Takkan terlihat meski
Ada di depan mata
Tapi jika hati mencari
Wajah kekasih
Akan kau temukan
Sebelum kau mulai mencari
***
Sajak tak dibuat
Sang pencinta
Untuk menaklukkan
Sang kekasih
Sajak adalah maklumat
Ketaklukkan sang pencinta
Yang ditujukan
Pada sang kekasih saja
***
Monday, July 04, 2011
sajak pulang kantor
Benarkah itu matamu
Ataukah itu cahaya
seribu matahari
Yang sedang berpendar-pendar?
Benarkah itu senyummu
Ataukah rekah mempesona
Setaman mawar
di musim mekar?
Benarkah itu rambutmu
Ataukah itu tirai yang
Mengubah siang
Menjadi malam?
Ataukah itu cahaya
seribu matahari
Yang sedang berpendar-pendar?
Benarkah itu senyummu
Ataukah rekah mempesona
Setaman mawar
di musim mekar?
Benarkah itu rambutmu
Ataukah itu tirai yang
Mengubah siang
Menjadi malam?
Friday, June 17, 2011
sajak penjual kacang
Lihat itu penjual kacang rebus mulai berjualan
Lepas magrib hingga pagi nanti menjelang
Baik sangkanya akan rezeki Tuhan
menyala terangi malam
Berkeliling bersama gerobaknya menyusuri gang
dan pinggir jalan
Memanggil-memanggil menjaja kacang
untuk istri dan anak ia mencari uang
Bukankah dalam hati kita ada perasaan
bahwa penjual kacang adalah orang rendahan?
Bukankah kita yang sering menjilat atasan
demi naik jabatan?
Penjual kacang hatinya tahan dalam keikhlasan
dan mencintai pekerjaannya yang penuh kehalalan
Saat tiba waktunya pulang
dibawanya dua-tiga rupiah serta kemuliaan
Catatan penulis: Sajak di atas diinspirasi dari "syair penjual kacang" karya Emha Ainun Najib.
Lepas magrib hingga pagi nanti menjelang
Baik sangkanya akan rezeki Tuhan
menyala terangi malam
Berkeliling bersama gerobaknya menyusuri gang
dan pinggir jalan
Memanggil-memanggil menjaja kacang
untuk istri dan anak ia mencari uang
Bukankah dalam hati kita ada perasaan
bahwa penjual kacang adalah orang rendahan?
Bukankah kita yang sering menjilat atasan
demi naik jabatan?
Penjual kacang hatinya tahan dalam keikhlasan
dan mencintai pekerjaannya yang penuh kehalalan
Saat tiba waktunya pulang
dibawanya dua-tiga rupiah serta kemuliaan
Catatan penulis: Sajak di atas diinspirasi dari "syair penjual kacang" karya Emha Ainun Najib.
Tuesday, June 14, 2011
sajak naik beca
Pagi ini hati berbahagia
sama kamu berdua
ke pasar berbeca
berasa ratu dan raja
walau tak berkereta kencana
Monday, June 13, 2011
sajak malam minggu
Menggilaimu aku tak tersembuhkan
Merindumu takkan terhindarkan
Mengingatmu tak pernah terlupakan
Melupakanmu tak terbersit dalam ingatan
Mencintamu aku tak perlu alasan
Merindumu takkan terhindarkan
Mengingatmu tak pernah terlupakan
Melupakanmu tak terbersit dalam ingatan
Mencintamu aku tak perlu alasan
Subscribe to:
Posts (Atom)