Thursday, November 13, 2008

balas dendam

Saya bukan tipe pembalas dendam. Tapi, sekali-dua kali saya ingin betul membalas dendam. Tidak cuma sebanding dengan luka yang saya alami, tapi melebihi itu. Pasti nikmat rasanya melihat orang yang sebelumnya berbuat buruk kepada kita menderita antara hidup dan mati.

Tapi, setelah saya pikir-pikir lagi, buat apa balas dendam? Toh, saya tidak sakit-sakit amat. Kalaupun sesaat sakit sekali rasanya, tapi lama-lama sakitnya bisa hilang (terlupakan) juga. Buat apa balas dendam? Toh, semua di dunia ini ada hitung-hitungannya.

Saya juga, anehnya, bukan tipe pemaaf. Saya sering mengatakan, maafkanlah tapi jangan melupakan. Ini tidak boleh sebetulnya. Karena idealnya memaafkan itu satu paket dengan melupakan. Karena buat apa memaafkan tapi masih mengingat-ingat kesalahan orang lain?

Buat saya tidak mudah ya untuk melupakan begitu saja orang yang sudah bikin hati kita babak belur. Memaafkan adalah satu hal, tapi melupakan adalah hal lain lagi. Saya tidak mau melupakan supaya tetap ingat agar tidak jadi korban kejahatan orang itu lagi. Itu pembenaran saya.

Tapi, begitu saya timbang-timbang lagi, baiknya saya lebih sering-sering memaafkan dan melupakan. Karena toh saya ini orang yang pelupa. Jadi, kenapa tidak saya memanfaatkan kelemahan saya yang satu itu untuk hal yang baik?

Bagaimanapun, saya mencadangkan hak saya untuk balas dendam. Jenis balas dendam seperti yang pernah dikatakan Cak Nun, "Seribu kali saya berbuat baik, orang tetap saja mencari-cari keburukan saya. Maka saya balas dendam, seribu kali orang berbuat buruk kepada saya, saya akan mencari-cari kebaikan orang tersebut." Wallahu 'alam.

9 comments:

uq1e said...

Yes absolutely Amrie agha, itu yang Ukie rasain ketika Ukie 'merasa' ada orang yang menyakiti Ukie.

Pengen banget rasanya membuat dia merasakan sakit yang Ukie rasakan, dan merasakan lebih dari yang Ukie rasakan, biar dia tau rasa!!! Tapi ujung2nya, Ukie gak bisa bgitu, gak bisa melakukan sesuatu yang sama seperti apa yang dia lakukan ke Ukie, walo sih Ukie tetep melakukan sesuatu yang merugikan orang yang Ukie merasa dia udh menyakiti Ukie., tapi tetep aja Ukie gak bisa melakukan hal yang sama seperti apa yang dia udh lakukan ke Ukie. Dan Ukie tau ini tetap tidak baik!

Dan jeleknya, Ukie ini bukan tipe orang yang benar-benar bisa memaafkan dan melupakan... Ukie sedikit bisa memaafkan, tapi tidak bisa melupakan...

uq1e said...

Dan insya Allah, dengan kesadaran penuh bahwa apabila Ukie melakukan sesuatu yang menyakiti orang lain, orang lain ini mungkin juga akan melakukan hal yang sama ke Ukie seperti yang Ukie lakukan ke orang yang menyakiti Ukie, "sedikit memaafkan tapi tidak bisa melupakan"...Wallahu 'alam

Amrie Hakim said...

@ ukie:
ukie mungkin lbh tahu dr saya soal itu :) salam.

Kamila said...

Manusia memang bukan malaikat, tidak mudah memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain.
Tapi manusia juga jangan seperti iblis yang maunya bales dendam kalo disakiti...
Biarkan Tuhan yang membalasnya (cie.. bijaksana sekali)
"Toh, semua di dunia ini ada hitung-hitungannya.." (betul itu hon...)

noerce said...

klo saya "disakiti" seseorang, maka saya akan memutar balik "otak' saya, bahwa saya harus lebih banyak mengusahakan berbuat baik ke sebanyak2 orang...biar rasa sakit terobati dengan 'senyum'dr teman2 disekitar kita...^_^

tanti said...

hallo mas amrie..

buat apa membalas dendam ? apakah ada untungnya buat anda ?

maka dari itu, buang jauh2 pikiran membalas dendam tsb, tdk baik, setiap org pasti punya masalah ke pada individu lain. insya allah saya tidak termasuk ke org2 yg melakukan balas dendam, saya ga suka balas dendam.

anggap saja itu adalah pelajaran hidup ok

- tanti -

Amrie Hakim said...

@ kamila, nur, dan tanti:
terima kasih utk perhatian dan sumbang sarannya :)

dinnasabriani said...

Wooops! Emang kita punya hak ya buat balas dendam. Emang kadang susah jadi orang baik, aku percaya, setiap orang pada dasarnya punya naluri untuk jadi baik. Mudah2an kita termasuk orang2yang selalu berusaha jadi orang baik, deh :D
O iya, salam kenal, saya lagi blogwalking, dan sampailah saya pada blog Si Ikan Besar ini :D

Amrie Hakim said...

@ dinna sabriani:
what a pleasant surprise.. sebagai salah satu fans (acara) mbak dinna, saya senang sekali mendapat kunjungan dari mbak.