Thursday, August 09, 2007

ampe tua

"Gw sng qt2 msh bs kmpl. Itu aja yg gw suka. kdg gw bth tmn crta, brbgi suka or sng n kdg ht gw ska mrs sepi rie. Mdh2an ampe tua qt bs kmpl n ktmuan ye!"

Akhir Juni lalu salah satu sahabat baik saya berulang tahun yang ke-30. Dia adalah salah satu teman sejak kuliah dulu yang sampe sekarang masih sering ketemu. Sebagai sesama orang betawi, dia juga adalah sahabat yang sangat dekat dengan saya karena becandaan kami satu "bahasa". Karena itu juga saya sangat akrab dengan orang tua sahabat saya itu, begitu juga sebaliknya. Sebetulnya, saya sudah menganggap dia sebagai saudara saya sendiri.

Meski sudah lewat lebih dari satu bulan sejak dia berbaik hati mentraktir saya dan beberapa sahabat lain makan-makan, tapi baru minggu lalu saya punya kesempatan kasih dia kado. Saya tahu mungkin tradisi memberikan kado saat ultah hanya lazim di kalangan anak-anak dan abege. Tapi, sebagian orang masih menjalankan dengan setia tradisi memberi kado pada teman atau sahabatnya yang berultah. Saya mencoba mengikuti tradisi yang baik ini.

Kado yang saya pilih adalah buku terjemahan The Beatles: After The Break Up. Saya pilih itu karena dia penggemar berat The Beatles. Saya baru bisa kasih itu ke dia minggu lalu saat kami dan beberapa sahabat lain ketemuan di salah satu restoran di kawasan Kuningan. Agenda kami waktu itu sebetulnya ingin temu-kangen dengan seorang teman dari Balikpapan yang sedang datang ke Jakarta. Sayangnya, teman kami ini malah ga datang. Padahal, sahabat saya itu sudah semangat membantu si tamu untuk bisa bertemu dengan teman-teman kuliahnya dulu.

Tapi, betapapun begitu, kami yang sudah datang malam itu sama sekali tidak kehilangan keceriaan dan kebahagiaan. Suatu hal yang boleh jadi tidak akan kami peroleh jika teman yang "bolos" itu jadi datang. Syukurlah. Demikian serunya sampai-sampai kami baru bubar begitu pegawai resto secara halus mengusir kami dengan prosedur standar: semua bangku di kiri dan kanan kami dibalik di atas meja, dan sebagian lampu sudah dimatikan. Akhirnya, mau ga mau, kami harus pergi. But, yes, we had a blast.

Menjelang tengah malam baru saya sampe rumah. Saya cek HP, ada SMS dari sahabat saya itu yang bilang kalau dia sangat suka dengan kado dari saya. Saya balas SMS dia dengan menulis kurang lebih bahwa kado dari saya betapapun bagus atau mahal tidak akan bisa membayar persahabatan tulus yang dia kasih ke saya selama ini. SMS saya itu kemudian dia balas lagi yang sebagian isinya saya kutip ulang di bagian awal tulisan ini.

SMS dia itu bikin saya terharu. Mungkin saya telah membuat istri saya cemburu karena punya sahabat sebaik dia. Saya, seperti juga dia, menghargai dengan harga yang sangat tinggi sebuah persahabatan. Harapan dia agar kami dapat terus menjalin kemesraan sebagai sahabat hingga kami lanjut usia adalah juga harapan saya. Semoga Allah tidak menjadikan persahabatan kami yang tulus dan bersahaja seperti nasib The Beatles yang melegenda tapi akhirnya tercerai-berai...

2 comments:

Emir Z. Pohan said...

Bos Amrie, gw suka nih postingan yang ini karena 2 alasan: 1. Friendship is always something special in life; 2. Gw fans beratnya The Beatles. (hehehe..yang nomor 2 gak nyambung ya?) Btw bos amrie, gpp kan kalau blog ini masuk "blogroll" gw?

Anonymous said...

yup...setuju banget sama mas emir kl Friendship is always something special in life...karena sahabat yang baik akan selalu ada buat kita disaat kita senang maupun sedih....Beruntunglah orang yang mempunyai banyak sahabat.... :)