Wednesday, October 08, 2008

'tetapi, aku ingin membunuhmu'

(What Perang Ahzab atau Perang Khandaq. Pasukan gabungan (ahzab) kaum musyrikin Mekkah dan Yahudi mengepung Madinah. Kaum muslimin membentengi kota Madinah dengan menggali parit (khandaq) mengelilingi kota. Where Madinah. When Sekitar tahun 5 Hijriyah. Who Ali bin Abi Thalib, panglima pasukan Rasulullah Saw, dan Amr bin Abdu-Wud, pendekar perang pasukan Mekkah)

Para pendekar perang Quraisy tidak sabar lagi untuk terus-menerus berhenti di luar kota Madinah. Apalagi mereka hanya melakukan pengepungan sambil menunggu akibat-akibat apa yang akan terjadi. Amr bin Abdu-Wud bersama Ikrimah bin Abu Jahal dan Dhirar bin al-Khathab kemudian mencari bagian parit yang paling dangkal lalu mencambuk kuda mereka untuk melintasi parit.

Melihat bahaya sudah di ambang pintu, kaum muslimin segera mengerahkan beberapa orang pasukan berkuda di bawah pimpinan Ali bin Abi Thalib guna membendung gerakan musuh yang melintas daerah pertahanan paling rawan itu.

Amr bin Abdu-Wud terkenal seorang pendekar perang yang berani dan gesit, kepadanya Ali bertanya:

"Hai Amr, kudengar engkau telah bersumpah, jika ada seseorang dari Qureisy yang mengajukan dua pilihan kepadamu, engkau bersedia memilih salah satu di antaranya, bukan?"

"Ya benar," jawab Amr.

"Seakarang engkau kuajak supaya bersedia memeluk Islam serta beriman kepada Allah dan rasul-Nya," kata Ali lebih lanjut.

"Aku tidak membutuhkan itu," sahut Amr.

"Kalau begitu, engkau kuajak duel," kata Ali.

"Apa?" sahut Amr dengan nada meremehkan Ali. "Demi Allah, aku tidak ingin membunuhmu."

"Tetapi, aku ingin membunuhmu," jawab Ali sambil menyerang kuda Amr kemudian dibantai.

Setelah itu, Ali turun dari kudanya, dan terjadilah pertarungan satu lawan satu. Pada akhirnya, Ali berhasil membunuh Amr. Melihat Amr jatuh terkapar, teman-temannya lari terbirit-birit menyeberangi parit kembali.*


----------------------
* Referensi: Muhammad al-Ghazali, Sejarah Perjalanan Hidup Muhammad, Mitra Pustaka, Cet. V, April 2006.

6 comments:

uq1e said...

Amr? :)

Amrie Hakim said...

karena punya arti yg baik, nama "Amr" (pemimpin) sepertinya nama yg lumayan populer di semenanjung arabia sejak dulu kala. tapi, sebaik2nya nama tdk akan membawa pemiliknya ke mana2 kalau tdk ada usaha serius dr yg bersangkutan utk melakukan hal2 baik sesuai nama yg dia sandang. wallahu 'alam.

uq1e said...

Setuju Mas AMR :)

musida said...

kalo ingin menaklukkan preman caranya memang harus begitu kali ya, termasuk para koruptor. pegang pimpinannya, lalu dimusnahkan, pasti deh kroco-kroconya akan ngibrit sambil menjerit-jerit...

Anonymous said...

yaaaaaaa, aku juga

Amrie Hakim said...

@ musida:
kalau saya melihat, ali bin abi thalib mengucapkan kalimat "tapi, aku ingin membunuhmu" sbg reaksi/jawaban atas kesombongan amr bin abd-wud yg meremehkan ali yg saat itu usianya jauh lbh muda dr amr.