Tuesday, June 24, 2008

gila


aku gila
gila akan sesuatu yang pantas
digilai
kalaupun menurutmu dia tidak pantas
digilai
kegilaanku kepadanya
cukuplah sebagai buktinya

aku gila
kegilaan yang memaksa ku menceraikan
kewarasanku
atau paling tidak dia telah memaksa
kewarasanku
untuk berbagi dengan kegilaan
sebagai madu

aku gila
tapi jangan kasihani aku
pantaskah mengasihani orang yang
gila cinta?
kasihanilah diri anda sendiri
karena terlalu mencintai
kewarasan dan takut kegilaan
karena cinta!

aku gila
dan jangan mencariku atau
menyembuhkanku
bagaimana anda mencari orang
yang tersesat dalam
dirinya sendiri?
bagaimana anda menyembuhkan
sakit yang tak tersembuhkan
kecuali dengan
sakit itu sendiri?

aku gila
karena memiliki sesuatu yang
tak kubutuhkan
sementara ku membutuhkan
sesuatu yang
tak kumiliki!

aku gila
gila di atas gila
jangan cibir aku
karena belum pernah aku
sewaras ini!


amrie, kuningan, 24 juni 2008

11 comments:

ukie said...

Woowwww amrie agha....what's happen with you..:), bagus sekali... terinspirasi dari laila majnun or apa neeh...? hehehe

Kok hampir sama ya kayak Ukie....amrie agha tauk bangets...hehehhe...

ukie said...

Oh ya satu lagi, maaf ketinggalan. Sakit karena cinta itu nggak ada obat nya, mungkin nggak akan pernah ada obatnya selain cinta itu sendiri, itu menurut Ukie...

Cinta, cinta, cinta, cinta, cinta...memang derita yang mengasyikkan....

Amrie Hakim said...

@ ukie:
hehehe semangat sekali kasih komentarnya ya...

saya adalah apa yang saya baca. dari sejumlah posting di blog ini sebetulnya dapat diketahui buku apa yg sedang saya baca saat menulis sebuah entri, baik berupa esei atau puisi/syair. untuk syair pendek di atas, memang sangat dipengaruhi buku Laila Majnun-nya Nizami, salah satu koleksi terbaik perpustakaan pribadi saya.

dan ukie juga benar bahwa tidak sedikit tulisan di blog ini terinspirasi oleh pengalaman pribadi atau kejadian2 yang terjadi di sekitar saya. untuk pengalaman yang sifatnya sangat pribadi, saya berusaha sekuat tenaga untuk tidak sekadar curhat di blog, tapi mencoba mengabstraksinya, mencari hikmah dari pengalaman itu sehingga bisa menjadi pelajaran bagi orang lain.

tapi di atas itu semua, adalah sebuah kepuasan tersendiri bagi saya untuk menumpahkan sedikit dari yang saya ketahui atau rasakan ke dalam tulisan. sekalipun tidak ada yang membaca kecuali saya, kepuasan itu sudah tercapai dengan sendirinya sejak saya mengetukkan "titik" terakhir di setiap akhir tulisan.

noerce said...

Sungguh "gilaaa"...
yang maksudnya adalah :
Luarr biasa mas amrie bisa mencipta puisi ini. Khairil Anwar lewat mas..he he

AHEAD said...

WUIH... PUISI NYA MAUT...

Amrie Hakim said...

@ noerce:
terima kasih untuk apresiasi adinda:) terima kasih.

@ ahead:
hehehe..saya anggap itu sebagai pujian :) terima kasih banyak, mbak.

James P said...

Amrie....kenapa nama blog nya Si Ikan Besar? Apakah ada makna tertentu?
Btw puisinya bagus, apa tidak lebih mantaff jika dipublikasikan ke media cetak?

Fr!Sa said...

"jika emosi mengalahkan logika, terbukti banyakan salahnya kan??"

kayaknya mas amrie bgt yah seseorang di puisi itu.. biasanya org kalo nyiptain sesuatu, ada sedikit banyaknya dari diri dy yang tertuang dari ciptaan dy.

Amrie Hakim said...

@ pak james purba:
nama si ikan besar saya ambil dari judul film yang meninggalkan kesan yang sangat mendalam buat saya; big fish :)

terima kasih untuk apresiasi dari pak james. belum pede utk ke koran. pak :)

terima kasih sudah sudi mampir, pak james.

@ fr!sa:
ah frisa ini :) komentar frisa seakan-akan puisi di atas adalah mahakarya yg tiada bandingnya ..hahaha...

nila said...

kadang gila akan sesuatu (cinta) itu datang hanya sesaat, bisa gila karena yang kita rasakan bukanlah sebenarnya. Kadang kita terlalu mengikuti keinginan (nafsu) akan cinta yang tdk terkontrol shg kita merasakan gila, pdhl mungkin bukan gila yg kita rasakan, melainkan nafsu yg hanya sesaat.

Amrie Hakim said...

@ nila:
nila ada benarnya :)