Friday, October 05, 2007

I am for everybody

Samar-samar saya ingat pernah membaca bahwa Imam Ali bin Abi Thalib suatu saat pernah mengatakan bahwa Rasulullah tidak pernah mengkhususkan dirinya bagi kaum tertentu, bahkan bagi keluarganya sekalipun. Tapi sebaliknya, perhatian, kasih-sayang, kelembutan, maupun keramahan yang Rasulullah berikan kepada seseorang sedemikian besar dan mendalamnya sehingga membuat orang tersebut beranggapan semua berkah itu hanya beliau khususkan baginya saja. Jiwa dan hati Rasulullah adalah untuk setiap manusia.

Boleh jadi kita tidak pernah lagi menemui seorang pemimpin yang begitu dicintai oleh umatnya. Sebagai pemimpin boleh dikatakan beliau mengharamkan dirinya untuk mengambil jarak dari umatnya. Jika saja keluarga beliau tidak memiliki hak atas waktu dan kasih-sayang beliau pula, sudah pasti beliau akan mencurahkan semua waktu, harta, cinta-kasih, perhatian, dan ilmu beliau sepenuhnya untuk seluruh muslim. Tidak akan pernah kita baca dalam sirah atau biografi Rasulullah di mana beliau ditakuti akan kekejaman atau kekerasan hatinya.

Tidak pernah Rasulullah membeda-bedakan perlakuan terhadap orang yang kaya atau miskin, yang kedudukannya tinggi atau rendah, majikan atau hamba sahaya, tua atau muda. Tidak pernah beliau meminta agar dirinya diistimewakan, dikecualikan dari pekerjaan-pekerjaan yang dikerjakan oleh manusia lainnya. Beliau ikut mencari ranting untuk dijadikan kayu bakar bersama para sahabatnya, beliau ikut bermandikan peluh saat menggali parit waktu Madinah menghadapi ancaman tentara Quraisy, pula beliau mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.

Sebaik-baik pemaksaan atas diri manusia adalah pemaksaan untuk meniru sedapat mungkin kebaikan, kemuliaan, dan ketinggian akhlak beliau. Setidak-tidaknya, kita harus dapat memaksakan diri untuk tidak mengkhususkan diri kita kepada orang-orang tertentu, melainkan membagi waktu, perhatian, kasih-sayang, kelembutan, maupun keramahan kita kepada sebanyak mungkin orang. Sebagaimana Rasulullah begitu dicintai karena kebesaran dan keluasan cintanya, paksakanlah diri kita untuk selalu takut untuk membuat orang takut akan kebengisan atau kekerasan hati kita. Wallahu 'alam.

Wassalam,

amrie

1 comment:

uq1e said...

Sifat Rasulullah yang satu ini wajib untuk ditiru, sebenarnya nggak cuma sifat yang satu ini aja, kalo bisa hampir semua sifat Rasulullah itu kita tiru. Walo mungkin nggak semudah seperti kelihatannya, tapi bukan berarti tidak patut untuk kita coba.

Kalo sifat Rasulullah yang satu ini, kalo Ukie sendiri sepertinya agak sulit meniru beliau, karena keegoisan Ukie yang tinggi, tapi insya Allah UKie akan berusaha meniru beliau :).