Friday, June 17, 2011

sajak penjual kacang

Lihat itu penjual kacang rebus mulai berjualan
Lepas magrib hingga pagi nanti menjelang
Baik sangkanya akan rezeki Tuhan
menyala terangi malam

Berkeliling bersama gerobaknya menyusuri gang
dan pinggir jalan
Memanggil-memanggil menjaja kacang
untuk istri dan anak ia mencari uang

Bukankah dalam hati kita ada perasaan
bahwa penjual kacang adalah orang rendahan?
Bukankah kita yang sering menjilat atasan
demi naik jabatan?

Penjual kacang hatinya tahan dalam keikhlasan
dan mencintai pekerjaannya yang penuh kehalalan
Saat tiba waktunya pulang
dibawanya dua-tiga rupiah serta kemuliaan


Catatan penulis: Sajak di atas diinspirasi dari "syair penjual kacang" karya Emha Ainun Najib.

No comments: