Thursday, March 22, 2007

tentang cinta

Allah menjadikan wanita itu indah dan dihasrati:

“Dijadikan indah pada (pandangan manusia) kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak (unta, sapi, kerbau, dan kambing) dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga).”1

Karena itulah, keindahan atau kecantikan wanita adalah berkah, sekaligus amanah. Tapi, kecantikan wanita juga bisa mengundang fitnah (bencana) bagi laki-laki (yang serakah):

Pada suatu hari, Imam Ali duduk-duduk bersama para sahabatnya. Sekonyong-konyong lewatlah seorang wanita cantik. Sebagian besar sahabat kemudian melirikkan mata mereka ke arah wanita tersebut. Melihat itu, Amirul Mukminin lalu mengingatkan, “Mata para lelaki ini serakah dan lirikan tersebut adalah penyebab mereka menjadi rakus. Bilamana seseorang di antara kalian melihat seorang wanita yang menarik hatinya, hendaklah ia menemui isterinya. Sebab, setiap wanita adalah wanita.”2

Tapi, jangan pernah lupa bahwa kecintaan yang dahsyat seorang laki-laki kepada wanita telah menjadi simbol akan kesejatian cinta manusia kepada Tuhan, seperti kisah cinta abadi Laila Majnun:

Ketika Laila dan Majnun telah tiada, konon, seorang sufi bermimpi melihat Majnun hadir dihadapan Tuhan. Tuhan membelai Majnun dengan penuh kasih sayang seraya berkata, "Tidakkah engkau malu memanggil-manggi-Ku dengan nama Laila, sesudah engkau meminum anggur Cinta-Ku?"3

Karena memang tidak ada Kekasih sejati selain Dia:

"Para pencinta sejati sudah tidak bisa lagi menangkap aroma atau warna diri mereka sendiri. Mereka tidak tertarik pada apapun selain Sang Kekasih. Hati mereka tidak terikat pada tahta maupun mahkota. Ketamakan dan nafsu sudah mengemasi barang-barang mereka dan pergi."4

Masih dari buku yang sama:

Doa berikut ini diajarkan oleh Nabi kepada para sahabatnya:


"Ya Tuhanku, anugerahilah aku dengan cinta-Mu, dan mencintai mereka yang mencintaiMu, dan mencintai apapun yang mendekatkanku padaMu. Ya Tuhanku, jadikanlah cintaMu lebih berharga bagiku daripada air segar bagi haus."5


Allah Maha Mengetahui.

Wasalam,

amrie

Referensi:
1. QS. 3/Ali Imran: 14. Dinukil dari “Petuah-petuah Rasulullah 2: Seputar Hubungan Pria & Wanita”, Syamsul Rijal Hamid, Penebar Salam, Cet. 3 Oktober 2001.
2. Dinukil dari “Kisah-kisah Bertabur Hikmah Nahjul Balaghah” karya Muhammad Muhammadi edisi terjemahan terbitan Penerbit Cahaya, Mei 2002.
3. Dinukil dari “Cinta Si Majnun”, oleh Nadirsyah Hosen, dari “Laila Majnun” karya Nizami.
4. Hakim Nuruddin Abdurrahman Jami. Dinukil dari “Buku Kecil Instruksi Sufi”, diterbitkan Alvabet, Cet. 4, Januari 2003.
5. Al-Ghazzali. ibid.

No comments: