Friday, November 04, 2011
puncak ingatan
Duhai yang dipuja hati,
Duhai yang didamba jiwa,
Puncak ingatanku
Akan cinta
Rindu dan bahagia
Adalah engkau,
engkau,
Dan engkau saja
Duhai yang didamba jiwa,
Puncak ingatanku
Akan cinta
Rindu dan bahagia
Adalah engkau,
engkau,
Dan engkau saja
cinta!
Akulah kegilaan
Akulah kepandiran
Akulah Cinta!
Akulah kepandiran
Akulah Cinta!
Sunday, October 30, 2011
panah rindu
Dia yang dihujam panah rindu
Hampirhampir terbunuh
rasa cemas dan
Kehilangan
Tapi harapan akan pertemuan
dengan sang kekasih
Adalah penyembuh
luka dalam hati
Hampirhampir terbunuh
rasa cemas dan
Kehilangan
Tapi harapan akan pertemuan
dengan sang kekasih
Adalah penyembuh
luka dalam hati
Monday, October 24, 2011
sajak tidak enak
Sajakku tak banyak-banyak
dibacanyapun tak enak
Walau disuka khalayak
Jadi buku tetap tak layak
dibacanyapun tak enak
Walau disuka khalayak
Jadi buku tetap tak layak
terberkati
Terberkatilah engkau yang meracuniku dengan cinta
Yang menghapus batas mimpi dan kenyataan
Dan membuatku tersesat di antara keduanya
Tapi racun cinta membangkitkan hati dari kematian
Karena yang mati dalam cinta hidup selamanya
Yang hidup tanpa cinta itulah yang kekal dalam kesepian
Yang menghapus batas mimpi dan kenyataan
Dan membuatku tersesat di antara keduanya
Tapi racun cinta membangkitkan hati dari kematian
Karena yang mati dalam cinta hidup selamanya
Yang hidup tanpa cinta itulah yang kekal dalam kesepian
jalan cinta
Jalan cinta tak hanya
Berhiaskan bunga
Dan kisah suka
Tapi juga menghidangkan
Duri yang melukai
Dan cerita duka-lara
Mereka yang tertawa
Dalam lipuran Cinta
Akan berderai air mata
Di altar Cinta
Mereka yang disatukan
Dalam simpul Cinta
Akan dipisahkan
Oleh pedang Cinta
Cinta yang bisa
Menghidupkanmu
Dan yang bisa membunuhmu
Cinta pula namanya
Berhiaskan bunga
Dan kisah suka
Tapi juga menghidangkan
Duri yang melukai
Dan cerita duka-lara
Mereka yang tertawa
Dalam lipuran Cinta
Akan berderai air mata
Di altar Cinta
Mereka yang disatukan
Dalam simpul Cinta
Akan dipisahkan
Oleh pedang Cinta
Cinta yang bisa
Menghidupkanmu
Dan yang bisa membunuhmu
Cinta pula namanya
Friday, August 26, 2011
mantra
Matahari dan rembulan menitip mantra di ujung bibirmu
dan menjadilah bayang-bayang di saat siang
dan menjelma mimpi di kala malam
kedua matamu ketika mereka terpejam
dan menjadilah bayang-bayang di saat siang
dan menjelma mimpi di kala malam
kedua matamu ketika mereka terpejam
Saturday, August 20, 2011
ibu semua sajak
Yang jatuh cinta tidak memerlukan sajak
sajaklah yang membutuhkan para pencinta
Kecemasan para pencinta yang memberi nyawa pada sajak
Gembira dan derita para pencinta yang melahirkan sajak ke dunia!
Dari dada para pencinta yang memendam galau rindu sajak menyusu
sajaklah yang membutuhkan para pencinta
Kecemasan para pencinta yang memberi nyawa pada sajak
Gembira dan derita para pencinta yang melahirkan sajak ke dunia!
Dari dada para pencinta yang memendam galau rindu sajak menyusu
Friday, July 29, 2011
masuklah, masuklah
O kekasih, masuklah, masuklah! Pintu kini telah kubuka, masuklah, masuklah! Penantianmu berakhir sudah, masuklah, masuklah!
Siang malamku dihiasi seribu keutamaan dan kebaikan, langitku bertaburan pahala dan diterangi doa-doa yang terkabul, masuklah, masuklah!
Telah kugelar makanan yang membuka gerbang surga dan minuman yang mensejukkan kobar api neraka, nikmatilah, nikmatilah!
Terasku cinta, ruang tengahku pengampunan, dan halaman belakangku pembebasan dari jahanam, masuklah, masuklah!
Monday, July 18, 2011
semesta cinta
Ada hal di dunia ini
yang membuat kelopak mata bisa tak berdetik sekedip pun
Dia bukanlah yang hijau-bergepok
atau yang mewah berkilau
Tapi yang perangainya lemah-lembut
dan tiap sebutan namanya wangi-semerbak
Dia lah yang dirindukan bahkan sebelum berpisah
dan diinginkan walau sudah dimiliki
Dia yang hadir dalam dekapan dan lamunan
yang tatapan matanya membuatmu yakin
tak ada semesta lain di dunia
selain dirinya
yang membuat kelopak mata bisa tak berdetik sekedip pun
Dia bukanlah yang hijau-bergepok
atau yang mewah berkilau
Tapi yang perangainya lemah-lembut
dan tiap sebutan namanya wangi-semerbak
Dia lah yang dirindukan bahkan sebelum berpisah
dan diinginkan walau sudah dimiliki
Dia yang hadir dalam dekapan dan lamunan
yang tatapan matanya membuatmu yakin
tak ada semesta lain di dunia
selain dirinya
Wednesday, July 13, 2011
selamat datang demam-merindu!
Seperti Sherlock
Cinta selalu dapat mengendus jejak-jejak pelarianmu
dan temukanmu
sekalipun di lubang persembunyian terdalam
Seperti Samson
Tangan-tangan cinta mendobrak
Kerangkeng kedamaian malam-malammu
lalu memaksamu mengucap "selamat datang demam-merindu!"
Pula seperti film kiamat kecil ini
Mustahil kau lolos dari nasib cinta!
Cinta mengejar ke mana saja kau lari
Ketika kau diam cinta pasti menghampiri
Cinta selalu dapat mengendus jejak-jejak pelarianmu
dan temukanmu
sekalipun di lubang persembunyian terdalam
Seperti Samson
Tangan-tangan cinta mendobrak
Kerangkeng kedamaian malam-malammu
lalu memaksamu mengucap "selamat datang demam-merindu!"
Pula seperti film kiamat kecil ini
Mustahil kau lolos dari nasib cinta!
Cinta mengejar ke mana saja kau lari
Ketika kau diam cinta pasti menghampiri
Wednesday, July 06, 2011
maklumat cinta
Ketika terpisah dari
Sang kekasih
Pencinta mencarinya
Di mana-mana
Saat bersama sang kekasih
Diri Pencinta
Lenyap dilebur
Api cinta
***
Jika tak kau cari
Wajah kekasih
Takkan terlihat meski
Ada di depan mata
Tapi jika hati mencari
Wajah kekasih
Akan kau temukan
Sebelum kau mulai mencari
***
Sajak tak dibuat
Sang pencinta
Untuk menaklukkan
Sang kekasih
Sajak adalah maklumat
Ketaklukkan sang pencinta
Yang ditujukan
Pada sang kekasih saja
***
Sang kekasih
Pencinta mencarinya
Di mana-mana
Saat bersama sang kekasih
Diri Pencinta
Lenyap dilebur
Api cinta
***
Jika tak kau cari
Wajah kekasih
Takkan terlihat meski
Ada di depan mata
Tapi jika hati mencari
Wajah kekasih
Akan kau temukan
Sebelum kau mulai mencari
***
Sajak tak dibuat
Sang pencinta
Untuk menaklukkan
Sang kekasih
Sajak adalah maklumat
Ketaklukkan sang pencinta
Yang ditujukan
Pada sang kekasih saja
***
sariawan
Lidahku lagi sariawan
Tapi jika lidahmu
jadi santapan
Lidahku lupa
Sakit rawan
Bahkan kau rasakan
Lidahku ada delapan
Tapi jika lidahmu
jadi santapan
Lidahku lupa
Sakit rawan
Bahkan kau rasakan
Lidahku ada delapan
Monday, July 04, 2011
sajak pulang kantor
Benarkah itu matamu
Ataukah itu cahaya
seribu matahari
Yang sedang berpendar-pendar?
Benarkah itu senyummu
Ataukah rekah mempesona
Setaman mawar
di musim mekar?
Benarkah itu rambutmu
Ataukah itu tirai yang
Mengubah siang
Menjadi malam?
Ataukah itu cahaya
seribu matahari
Yang sedang berpendar-pendar?
Benarkah itu senyummu
Ataukah rekah mempesona
Setaman mawar
di musim mekar?
Benarkah itu rambutmu
Ataukah itu tirai yang
Mengubah siang
Menjadi malam?
Saturday, June 18, 2011
rindu cinta cakrawala
Pungut kata-kata yang sebatangkara
Karna mereka menanti menjadi makna
Di ruang dan waktu rangkailah mereka
Membingkai rindu cinta dan cakrawala
Karna mereka menanti menjadi makna
Di ruang dan waktu rangkailah mereka
Membingkai rindu cinta dan cakrawala
Friday, June 17, 2011
sajak penjual kacang
Lihat itu penjual kacang rebus mulai berjualan
Lepas magrib hingga pagi nanti menjelang
Baik sangkanya akan rezeki Tuhan
menyala terangi malam
Berkeliling bersama gerobaknya menyusuri gang
dan pinggir jalan
Memanggil-memanggil menjaja kacang
untuk istri dan anak ia mencari uang
Bukankah dalam hati kita ada perasaan
bahwa penjual kacang adalah orang rendahan?
Bukankah kita yang sering menjilat atasan
demi naik jabatan?
Penjual kacang hatinya tahan dalam keikhlasan
dan mencintai pekerjaannya yang penuh kehalalan
Saat tiba waktunya pulang
dibawanya dua-tiga rupiah serta kemuliaan
Catatan penulis: Sajak di atas diinspirasi dari "syair penjual kacang" karya Emha Ainun Najib.
Lepas magrib hingga pagi nanti menjelang
Baik sangkanya akan rezeki Tuhan
menyala terangi malam
Berkeliling bersama gerobaknya menyusuri gang
dan pinggir jalan
Memanggil-memanggil menjaja kacang
untuk istri dan anak ia mencari uang
Bukankah dalam hati kita ada perasaan
bahwa penjual kacang adalah orang rendahan?
Bukankah kita yang sering menjilat atasan
demi naik jabatan?
Penjual kacang hatinya tahan dalam keikhlasan
dan mencintai pekerjaannya yang penuh kehalalan
Saat tiba waktunya pulang
dibawanya dua-tiga rupiah serta kemuliaan
Catatan penulis: Sajak di atas diinspirasi dari "syair penjual kacang" karya Emha Ainun Najib.
Wednesday, June 15, 2011
kalau ada rejeki
Kalau ada rejeki sayang
Untukmu kubelikan
Kacamata
Supaya bisa kamu lihat
Tato namamu
di hatiku
Tintanya cinta
Jarumnya rindu
Tuesday, June 14, 2011
sajak naik beca
Pagi ini hati berbahagia
sama kamu berdua
ke pasar berbeca
berasa ratu dan raja
walau tak berkereta kencana
Monday, June 13, 2011
sajak malam minggu
Menggilaimu aku tak tersembuhkan
Merindumu takkan terhindarkan
Mengingatmu tak pernah terlupakan
Melupakanmu tak terbersit dalam ingatan
Mencintamu aku tak perlu alasan
Merindumu takkan terhindarkan
Mengingatmu tak pernah terlupakan
Melupakanmu tak terbersit dalam ingatan
Mencintamu aku tak perlu alasan
Friday, June 10, 2011
penyamun cinta
Renggut aku dari pekat malam
Dari kelam kesendirian
Rampas aku dari pagi tak berembun
Dari kabut kenestapaan
Culik aku kala surya di atas ubun-ubun
Berkobaran memanggang hati
Begitu di gerbang senja
Curilah aku, untuk keseribu kali!
O penyamun cinta!
Dari kelam kesendirian
Rampas aku dari pagi tak berembun
Dari kabut kenestapaan
Culik aku kala surya di atas ubun-ubun
Berkobaran memanggang hati
Begitu di gerbang senja
Curilah aku, untuk keseribu kali!
O penyamun cinta!
Subscribe to:
Posts (Atom)